Hendra Guru Kimia

Sekolah Online Belajar KimiA

Tugas Awal Praktikum Koloid

Gambar

 

  1. Tuliskan sifat-sifat koloid!

Jawab :

  1. a.       Efek Tyndall

Jika seberkas cahaya dilewatkan pada suatu sistem koloid, maka cahaya tersebut akan dihamburkannya sehingga berkas cahaya tersebut akan kelihatan. Sedangkan jika cahaya dilewatkan pada larutan sejati maka cahaya tersebut akan diteruskannya . Sifat koloid yang seperti inilah yang dikenal dengan efek tyndall dan sifat ini dapat digunakan untuk membedakan koloid dengan larutan sejati.

 

  1. Gerak Brown

Gerak brown merupakan gerak patah-patah (zig-zag) partikel koloid yang terus menerus dan hanya dapat diamati dengan mikroskop ultra. Gerak brown terjadi sebagai akibat tumbukan yang tidak seimbang dari molekul-molekul medium terhadap partikel koloid.Dalam suspensi tidak terjadi gerak Brown karena ukuran partikel cukup besar, sehingga tumbukan yang dialaminya setimbang. Partikel zat terlarut juga mengalami gerak Brown, tetapi tidak dapat diamati. Semakin tinggi suhu, maka gerak brown yang terjadi juga semakin cepat, karena energi molekul medium meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat.

  1. Elektroforesis

Partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel koloid bermuatan listrik. Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik ini disebut elektroforesis. Jika dua batang elektrode dimasukkan kedalam sistem koloid dan kemudian dihubungkan dengan sumber arus searah, maka partikel koloid akan bergerak kesalah satu elektrode tergantung pada jenis muatannya. Koloid bermuatan negatif akan bergerak ke anode (elektrode positif) sedang koloid bermuatan positif akan bergerak ke katode (elektrode negatif).

  1. Adsorpsi

Adsorpsi  adalah peristiwa di mana suatu zat menempel pada permukaan zat lain, seperti ion H+ dan OH–  dari medium pendispersi. Untuk berlangsungnya adsorpsi, minimum harus ada dua macam zat, yaitu zat yang tertarik disebut adsorbat, dan zat yang menarik disebut  adsorban. Apabila terjadi penyerapan ion ada permukaan partikel koloid maka partikel koloid dapat bermuatan listrik yang muatannya ditentukan oleh muatan ion-ion yang mengelilinginya.

  1. Koagulasi

Koagulasi adalah peristiwa pengendapan atau penggumpalan koloid. Koloid distabilkan oleh muatannya. Jika muatan koloid dilucuti atau dihilangkan, maka kestabilannya akan berkurang sehingga dapat menyebabkan koagulasi atau penggumpalan. Pelucutan muatan koloid dapat terjadi pada sel elektroforesis atau jika elektrolit ditambahakan ke dalam system koloid. Apabila arus listrik dialirkan cukup lama kedalam sel elektroforesis, maka partikel koloid akan digumpalkan ketika mencapai electrode. Koagulasi koloid karena penambahan elektrolit terjadi karena koloid bermuatan positif menarik ion negative dan koloid bermuatan negative menarik ion positif. Ion-ion tersebut akan membentuk selubung lapisan kedua. Jika selubung itu terlalu dekat, maka selubung itu akan menetralkan koloid sehingga terjadi koagulasi.

  1. Dialisis

Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi sebagai penyaring. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid, sehingga koloid dan cairan akan berpisah.

  1. Muatan Koloid

Pada muatan koloid, dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.

  1. Soal-soal penuntun :

1)      Apakah perbedaan antara cara dispersi dan cara kondensasi?

Jawab:

Jika kondensasi adalah partikel larutan sejati berupa molekul atau ion yang bergabung hingga membentuk partikel koloid. Cara kondensasi dapat dilakukan dengan reaksi kimia seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi rngkap (penggaraman) atau dengan penggantian pelarut (penjernihan larutan).Sedangkan dispersi merupakan partikel kasar/ suspense yang dipecah menjadi partikel koloid. Cara ini dapat dilakukan dengan peptisasi, busur Bredig, san homogenisasi.

2)      Apakah yang dimaksud dengan pepisasi?

Jawab:

Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dengan menggunakan zat kimia (zat elektrolit) untuk memecah partikel besar (kasar) menjadi partikel koloid. Contoh, proses pencernaan makanan dengan enzim dan pembuatan sol belerang dari endapan nikel sulfida, dengan mengalirkan gas asam sulfida.

3)      Bagaimanakah pengaruh sabun terhadap campuran air dan minyak tanah?

Jawab:

Larutan sabun memiliki efek Tyndall, sehingga dapat dikatakan pula larutan sabun adalah koloid berupa buih berfase terdispersi gas dan medium pendispersi cair. Larutan sabun yang memiliki dua kutub yaitu polar yang bersatu dengan air dan nonpolar yang bersatu dengan minyak.Dengan adanya dua kutub ini, membuat larutan sabun mampu menjadi emulgator (pembentuk emulsi) minyak dan air.

4)      Bagaimanakah pengaruh konsentrasi larutan elektrolit terhadap kestabilan koloid?

Jawab:

Semakin tinggi konsentrasi larutan, daya tarik-menarik antara partikel elektrolit dan partikel koloid semakin kuat. Sehingga, koagulasi atau penggumpalan berlangsung lebih cepat.

5)      Apakah pengaruh muatan ion terhadap kestabilan koloid?

Jawab:

Partikel koloid yang bermuatan negative akan mengasorpsi koloid dengan muatan positif (kation) dari elektrolit. Begitu juga sebaliknya, partikel positif akan mengasorpsi partkel negative (anion) dari elektrolit. Dari adsorpsi tersebut, maka terjadi koagulasi. Dalam proses koagulasi, stabilitas koloid sangat berpengaruh. Stabilitas merupakan daya tolak koloid karena partikel-partikel mempunyai muatan permukaan sejenis (negatif).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s