Hendra Guru Kimia

Sekolah Online Belajar KimiA

Bagaimana tatanama suatu senyawa?

Gambar

Sebelum struktur dasar zat-zat kimia menjadi jelas, senyawa-senyawa diberi nama orang, tempat, atau ciri khas. Sebagai contoh, garam glauber : natrium sulfat, ditemukan oleh J.R. Glauber; soda cuci : natrium karbonat, digunakan untuk melunakkan air cucian.

            Dewasa ini, berjuta senyawa telah dikenal dan ribuan senyawa baru ditemukan setiap tahunnya. Tanpa suatu sistem pemberian nama senyawa yang sistematis dan hanya menggunakan cara di atas, akan merupakan tugas yang sangat sulit.

            Senyawa kimia dikelompokkan menjadi senyawa karbon dan senyawa anorganik. Pembahasan tatanama senyawa anorganik sederhana, diantaranya senyawa ion dan senyawa molekul biner.

1.  Tatanama Senyawa Ion

Suatu senyawa ion diberi nama dengan menamakan ion-ion yang terkandung dalam senyawa tersebut. Kation disebut lebih dahulu, kemudian anion.

            Ion paling sederhana adalah ion monoatom, yaitu ion yang dibentuk dari suatu atom tunggal. Beberapa ion monoatom yang umum, diberikan dalam Tabel 5.2. Unsur-unsur logam umumnya membentuk kation monoatom, sedang unsur-unsur nonlogam umumnya membentuk anion monoatom. Beberapa logam dapat membentuk ion yang mempunyai muatan berbeda. Contohnya, besi sebagai ion Fe2+ dan ion Fe3+.

Kation monoatom diberi nama dari nama unsurnya. Bila terdapat lebih dari satu kation untuk unsur yang sama, muatan ditulis dengan bilangan Romawi dan diberi tanda kurung. Pada sistem tatanama yang lama, ion-ion tersebut diberi nama dengan memberi akhiran -o dan -i pada nama asli unsurnya untuk menunjukkan ion-ion muatan rendah dan tinggi. Nama anion monoatom diperoleh dari nama asli unsur diikuti dengan akhiran -ida.

            Suatu ion poliatom merupakan ion yang mengandung dua atau lebih atom yang terikat bersama secara kimia dan bermuatan listrik. Beberapa ion poliatom diberikan dapam Banyak ion poliatom merupakan anion oksi, yaitu anion yang mengandung oksigen.

Contoh :

Na2S                : Natrium sulfida

CaO                 : Kalsium oksida

CuSO4             : Tembaga(II) sulfat atau kupri sulfat

NH4NO3         : amonium nitrat

2.  Tatanama Senyawa Molekul Biner

Suatu senyawa molekul biner merupakan senyawa molekul yang hanya terdiri atas dua unsur nonlogam. Kelompok senyawa ini diberi nama dari nama unsur-unsurnya, mengikuti urutan yang sama dari unsur-unsur dalam rumus senyawa tersebut.

            Bila dua unsur hanya membentuk satu senyawa, pemberian namanya dengan cara menuliskan nama unsur pertama, diikuti oleh nama kedua dengan akhiran -ida. Contoh : H2S, hidrogen sulfida. Bila dua unsur membentuk lebih dari satu senyawa, namanya dibedakan dari nama senyawa terdahulu dengan menggunakan suatu awalan dari Greek.

            Awalan mono biasanya dihilangkan untuk nama unsur pertama, tetapi tetap diberikan untuk unsur kedua. Contoh :

CO      karbon monoksida

CO2     karbon dioksida

N2O4   dinitrogen tetr(a)oksida

Cl2O7  diklor hept(a)oksida

Vokal terakhir dalam suatu awalan sering dihilangkan sebelum vokal pada nama pokok. Contoh : tetroksida. Air dan beberapa zat lain, contohnya amonia, jarang disebut dengan nama sistematik. 

3.  Tatanama Senyawa Asam dan Basa
a.  Senyawa asam

Pemberian nama dari kelompok senyawa ini dengan cara yang khusus. Suatu asam didefinisikan sebagai suatu zat yang molekul-molekulnya menghasilkan ion hidrogen bila dilarutkan ke dalam air. Rumus asam dibentuk dengan menambahkan ion hidrogen secukupnya agar seimbang dengan muatan anion, seperti yang terlihat dalam Tabel di bawah. Nama asam sesuai dengan nama anionnya.

            Banyak asam yang sangat penting diturunkan dari anion oksi. Bila anion berakhiran -at, asamnya juga berakhiran -at. Anion yang berakhiran -it, asamnya juga diberi akhiran -it.

b.  Senyawa basa

Basa adalah zat yang menghasilkan ion OH bila dilarutkan ke dalam air. Nama basa sama dengan nama kation dan diikuti anion hidroksida, OH.

4.  Tatanama Senyawa Oksida

Senyawa ini tergolong senyawa biner yang terdiri atas logam dengan oksigen atau nonlogam dengan oksigen. Terdapat empat jenis oksida, yaitu oksida asam, oksida basa, oksida amfoter, dan oksida indiferen.

a.  Oksida asam

Oksida asam berupa molekul yang terdiri atas nonlogam dan oksigen. Oksida ini tergolong oksida asam, karena bila dilarutkan ke dalam air membentuk larutan yang bersifat asam. Nama senyawa ini mengikuti tatanama molekul biner.

Contoh : SO3, belerang trioksida. Bila ditambah air, membentuk senyawa asam H2SO4.

SO3(g) + H2O(l) ® H2SO4(aq)

b.  Oksida basa

Rumus kimia senyawa ini ditulis sebagai rumus empiris, karena terdiri atas ion-ion logam dan ion-ion oksida. Dinamakan oksida basa, karena bila zat ini dilarutkan ke dalam air membentuk larutan yang bersifat basa. Namanya mengikuti tatanama senyawa ion.

Contoh : Na2O, natrium oksida. Bila ditambah air, membentuk senyawa basa NaOH.

Na2O(s) + H2O(l) ® 2 NaOH(aq)

c. Oksida amfoter

Oksida amfoter merupakan senyawa kristal, terdiri atas logam dan oksigen. Diberi nama amfoter, karena bila bereaksi dengan asam kuat bersifat basa lemah dan bila direaksikan dengan basa kuat bersifat asam lemah. Tatanama seperti oksida basa. Contoh : Al2O3, aluminium oksida. 

d. Oksida indiferen

Senyawa ini terdiri atas nonlogam dan oksigen. Bila diberi air, oksida ini tidak dapat membentuk larutan asam maupun larutan basa. Tatanamanya seperti oksida asam.

Contoh : N2O, dinitrogen monoksida.

LATIHAN

  1. Aturan tatanama senyawa ion berbeda dengan senyawa molekul. Terangkan perbedaan ini.
  2. Berikan nama senyawa-senyawa berikut : Ca(NO3)2, NH3, PbO2, dan Cl2O7.
  3. Tuliskan rumus kimia dari senyawa-senyawa berikut : natrium sulfat, dinitrogen trioksida, perak nitrat, dan besi(III) karbonat.
  4. Bagaimanakah rumus kimia asam dan basa bila dituliskan secara umum?
  5. Berikan nama, rumus kimia, dan kelompokkan jenis oksidanya.

            a. BaO, NO, Al2O3, dan CO2

            b. Ferro oksida, seng oksida, karbon monoksida, difosfor pentoksida.

 By: Guru Kimia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s